Petugas Loket Sengaja Memberikan Tiket Tidak Sesuai Dengan Yang Diminta

Posted on

krl commuter

Nama Pengirim :  Apriantini Fiqih
Asal Kota            :  Tangerang
Email                    :  apriantini@gmail.com

Keluhan / Komplain :
Saya mengalami hal yang konyol dengan petugas tiket commuter line di stasiun kedatangan Jurangmangu. Awalnya saya dan suami pulang dari kerja dan naik kereta dari stasiun Sudirman ke Jurangmangu. Suami saya mengantri di salah satu loket dan ketika dilayani si petugas tiket meminta untuk mengantri kembali di loket sebelahnya yang melayani penjualan tiket ke arah Serpong. Suami saya pun pindah mengantri ke loket yang di sebelahnya. Ketika sampai di depan loket, suami saya meminta dengan jelas untuk tiket jurusan Serpong dan memberikan uang 10.000, petugas memberikan tiket dan kembaliannya sebanyak 1000. Saya yang berada di antrian yang sama di belakang suami saya, meminta tiket yang sama dan mendapat kembalian 2000. Awalnya saya dan suami saya merasa aneh, tetapi dikarenakan kereta yang jurusan Serpong sudah akan berangkat dan petugas pemeriksa tiket memperingatkan untuk segera naik (tanpa di cek tiket itu). Karena terburu-buru, kami tidak sempat memeriksa tiket lebih detail. Di dalam perjalanan di kereta pun petugas yang memeriksa tiket melubangi tiket tanpa ada masalah (mungkin tidak di cek juga kali yah).

Sampai di stasiun tujuan Jurangmangu, kami ditahan petugas pemeriksa tiket di pintu keluar. Seperti layaknya di tilang, kami diminta untuk duduk dan memberikan ktp seolah-olah akan ada suatu proses yang lama. Pertama-tama, petugas tsb mempertanyakan keabsahan dari tiket kami yang ternyata tertera jurusan SUDIRMAN-Bogor. Lucu, jelas-jelas absah karena kami membeli secara resmi dari loket di Sudirman. Kalau dibilang rugi, justru customer yang dirugikan karena membayar 1000 rupiah lebih mahal dari tiket jurusan kami yang seharusnya. Dan kami juga sudah mengantri di loket yang benar sehingga seharusnya mendapatkan tiket yang sesuai, apalagi anehnya saya yang satu antrian dengan suami mendapatkan tiket yang benar namun suami mendapatkan tiket yang salah yaitu tujuan BOGOR. Aneh !!!

Terjadilah adu mulut cukup lama. Intinya kami tidak mau membayar denda sepeser pun, kecuali memang kami yang sepenuhnya salah. Sampai-sampai datang tu semua petugas yang ada di stasiun Jurangmangu untuk memojokkan kami bahwa kesalahan sepenuhnya ada pada kami sehingga harus membayar tiket denda 50.000 kepada petugas pemeriksa tiket tersebut. Dengan sambil merokok pula, padahal itu di dalam areal stasiun. Perdebatanpun berlangsung cukup alot karena kami tetap bersikeras hanya mau untuk membayar setengahnya saja kepada PT KAI langsung dan setengahnya kami meminta agar si petugas loket Sudirman yang membayar. Sudah bisa di tebak, si petugas menawarkan “kebijakan” dengan membeli karcis pengganti yang 8000 (UUD – Ujung-ujungnya Duit).

Kami tetap konsisten di keputusan yang kami buat sehingga tetap tidak meng-iya-kan beberapa tawaran “kebijakan” si petugas. Parahnya lagi, selain semua petugas pemeriksa tiket disana semua, PAMSUS dipanggil juga yang notabene bukan petugas PT KAI langsung dan bukan juga atasan si petugas tiket. Dan keadaan semakin memanas. Kami pun meminta untuk dibereskan secepatnya dengan syarat dia ikut ke stasiun sudirman, karena sebelumnya si PAMSUS mengatakan untuk menyelesaikan masalah/komplain maka saya harus ke Sudirman. Tidak ada satupun dari mereka yang bersedia ikut. Karena menemui jalan buntu, setelah sejam lebih berdebat, si petugas pun akhirnya melepaskan kami.

Dari pengalaman kami agar dapat dijadikan pelajaran untuk selalu memastikan tiket meskipun sedang dalam keadaan terburu-buru mengejar kereta. Ulah OKNUM seperti ini sangat merugikan dan membuat tidak nyaman. Jika dipikir-pikir dan setelah membaca beberapa blog, ini sudah seperti modus dan sudah dipraktekan beberapa kali.

Mohon agar PT. KAI lebih membuka mata dengan apa yang terjadi di lapangan dan tindakan nyata membuat perbaikan terhadap celah-celah yang mungkin dapat dimanfaatkan oleh oknum” tsb.

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *