Intervensi dalam Proses Lelang di KuKar

Posted on

Kamis, 22/09/2011 16:00 WIB

Samarinda – Masyarakat mengkhawatirkan kuatnya pengaruh campur tangan politik dalam proses lelang procurement yang digelar Pemda Kutai Kartanegara (Kukar). Kekhawatiran itu berangkat dari insiden penundaan pengadaan 13.000 laptop untuk guru-guru se-Kukar yang dijanjikan oleh Bupati akan dikirim Nopember tahun ini.

Berbagai suara dari kalangan masyarakat termasuk peserta lelang lainnya yang ‘siap tersingkirkan’ sempat mempersoalkan rendahnya spesifikasi laptop tidak sebanding dengan anggaran per unitnya, dari total anggaran maksimal Rp95 miliar.

Alhasil, dalam pengujian terbuka sebelum lelang di Tenggarong pekan lalu, terbukti bahwa laptop yang sedianya akan dimenangkan oleh kontraktor yang dicurigai didukung oleh kekuatan politik tertentu, ternyata kualitasnya tidak seperti yang diharapkan.

Karena waktu penyerahan laptop sudah mendesak, pihak panitia lelang kemungkinan besar akan mempertimbangkan 2 pemegang merek laptop terkemuka, sementara satu merek menyatakan mengundurkan diri. Meski tidak lolos di lelang laptop, kontraktor yang sama tetap saja membidik lelang-lelang lainnya seperti yang baru saja dibuka 7 September 2011 yaitu lelang “Pengadaan Peralatan Pendidikan SD dan SMP” senilai Rp41 miliar lebih.

Karena itu, kami mengimbau agar jajaran Pemda Kukar tetap obyektif dan transparan dalam melakukan proses lelang kepada tiap peserta dan mendulukan kepentingan umum dalam hal ini komunitas pendidikan di Kukar, sesuai dengan Peraturan dan Perundangan yang berlaku..

Amat disayangkan kalau masyarakat Kutai Kartanegara dalam hal ini dunia pendidikan tidak bisa menikmati secara maksimal hasil lelang yang dibiayai oleh uang rakyat.

Alpin Mustapa
Jl Lambung Mangkurat, Samarinda
info@gemahakam.net
http://www.gemahakam.net
0541-7039230

detik.com

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *