You have activated a Bronze+ WP Symposium feature, but you have not entered your Activation Code. Get one on the Membership page on the WP Symposium website.
//
TV ONE


Tgl Surat : 26 Maret 2012
No. Surat : 224/K/KPI/03/12
Status : Peringatan Tertulis

Stasiun TV : TV One
Program : “Indonesia Lawyers Club”
Deskripsi Pelanggaran

Telah dilakukan pemeriksaan atas tayangan yang diadukan yaitu tayangan tanggal 5 Juli 2011 dan 8 Februari 2012. Selain itu, KPI juga telah melakukan pemeriksaan atas program yang ditayangkan pada waktu lain yang menyangkut topik yang diadukan (dugaan korupsi yang dilakukan oleh kader Partai Demokrat). KPI Pusat berkesimpulan tidak menemukan adanya pelanggaran P3SPS, dan juga berpendapat bahwa prinsip-prinsip jurnalistik yang diatur dalam P3SPS telah digunakan sebagai panduan utama dalam penayangan program tersebut. Namun demikian, prinsip keberimbangan program yang membahas topik yang diadukan oleh pengadu dalam penerapannya tidak digunakan secara proporsional. KPI Pusat menilai penerapan prinsip keberimbangan yang tidak proporsional telah menyebabkan munculnya aduan, keberatan, dan/atau kritik atas program oleh pengadu. KPI Pusat meminta agar memperhatikan dengan sungguh-sungguh aduan masyarakat ini. Untuk itu, KPI Pusat memberikan peringatan tertulis yang bertujuan agar melakukan evaluasi internal terhadap program khususnya agar lebih berhati-hati dalam penerapan prinsip keberimbangan dalam penyampaian suatu berita dan/atau informasi kepada masyarakat luas dan tetap menggunakan P3SPS sebagai acuan utama.

—————————

Tgl Surat : 9 Maret 2012
No. Surat : 121/K/KPI/03/12
Status : Peringatan Tertulis

Stasiun TV : TVOne
Program : “Indonesia Lawyers Club”

Deskripsi Pelanggaran

Pada tanggal 6 Maret 2012 mulai pukul 19.30 WIB ditemukan penayangan adegan yang tidak layak ditayangkan dan diucapkan. Adegan yang dimaksud adalah dialog antara pembawa acara (Karni Ilyas) dengan mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Nurdin Halid) tentang kondisi persepakbolaan Indonesia. Dalam dialog tersebut, pembawa acara mengambil contoh kondisi suporter Indonesia, dengan menyatakan : Kalau boneknya pulang kampung, ngancurin setiap stasiun, pedagang, merampok makanan.” KPI berkesimpulan bahwa pendapat pribadi pembawa acara di atas menimbulkan efek negatif khususnya bagi suporter Klub Sepak Bola Persebaya. Untuk itu, KPI Pusat memberikan Peringatan Tertulis agar stasiun tersebut segera melakukan evaluasi internal pada program agar lebih berhati-hati dan sensitif atas penayangan pendapat pribadi pembawa acara yang dapat menimbulkan polemik bagi sebagian kelompok masyarakat.

Facebook

Arsip Komplain

Statistik

Who's Online

11 visitors online now
4 guests, 7 bots, 0 members
Map of Visitors