Mendikbud Nadiem Persiapkan Dana BOS 2021 Untuk Digunakan Tatap Muka

Merdeka Belajar 9, Nadiem: PTN Jangan Batasi Prodi Mahasiswa Tak Mampu

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan bahwa, pemerintah sudah mengalokasikan Dana Bantuan Operasiomal (BOS) senilai Rp 52,5 triliun untuk diberikan kebapada 216.662 satuan pendidikan SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB untuk tahun 2021 ini.

Dalam hal penyaluran Dana Bantuan Operasional (BOS) untuk tahun 2021 ini, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengatakan bahwa ada tiga substansi kebijakan dana BOS yang membuat perbedaan dari tahun sebelumnya.

Hal pertama yaitu, nilai satuan biaya BOS kini bervariasi sesuai dengan karakteristik setiap daerah, sehingga hal ini membuat besaran satuan Dana BOS dapat berbedan untuk setiap daerah. Kebijakannya ini dilakukan untuk membuat pergerakan baru yang tentu saja berbeda dengan tahun sebelumnya dalam alokasi Dana BOS.

“Tadinya semua sama per anak, namun sekarang setiap area, tiap kabupaten, dan daerah, tiap sekolahnya memiliki variasi atau perbedaan. Jadi nilai satuan biayanya berubah, terdiferensiasi,” jelas Nadiem saat konferensi daring.

Poin kedua, lanjutnya, penggunaan Dana BOS tetap harus fleksibel, termasuk untuk keperluan persiapan pembelajaran tatap muka atau offline. Hal ini ia nyatakan dengan jelas untuk menunjukkan bahwa Dana BOS masih haru tetap fleksibel meskipun ada perbedaan alokasi di tahun 2021.

“Penggunaan Dana BOS masih tetap fleksibel, saat ini masih mengikuti sebagaimana pedoman penggunaan atau juknis Dana BOS di masa pandemic ini untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan pada masing-masing sekolah,” ujarnya seperti yang dlansir berita politik terkini.

Hal itu lantas membuat para kepala sekolah dapat menggunakan Dana BOS untuk menyiapkan pembelajaran yang akan dilaksanakan secara tatap muka di tahun ajaran baru 2021 ini. Kebijakan Nadiem Makarim cukup membuat banyak sekolah memiliki keringanan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang memang sangat kesulitan dalam segi ekonomi karena terkendala Pandemi Covid-19.

“Tentunya, di mana sekarang kita sudah mulai masuk ke dalam proses pelaksanaan tatap muka, dan tentunya semakin banyak sekolah dan guru melakukan tatap muka, Dana BOS bisa dan kami anjurkan untuk digunakan agar segera mengakselerasi sekolah secara tatap muka, untuk memenuhii segala macam kebutuhan protokol kesehatan seperti kesediaan sanitasi, masker, thermo gun, dan masih banyak keburuhan untuk daftar pemeriksa pembelajaran tatap muka,” jelas Nadiem.

Penjelasannya seolah membuat hati kepala sekolah yang mengalami kesulitan menjadi ringan, kemudian ia lanjut menjelaskan poin ketiga yang menurutnya penting untuk diketahui perihal alokasi Dana BOS.

Ketiga, laporan penggunaan Dana BOS dilakukan dengan cara daring.

Ia menegaskan dengan lanjut bahwa, kebijakannya berbeda dari tahun 2020 lalu, kebijakan Dana Bos untuk tahun 2021 membuat nilai satuan Dana BOS sangat bervariasi sesuai dengan perbedaan kebutuhan setiap sekolah yang ada di berbagai daerah, kebijakannya memang masih sangat fleksibel meski ia bilang ada banyak variasi.

“Bila sebelumnya Dana BOS semua SD dipukul rata Rp 900.000 per anak, sekarang di SD ada dari Ep 900.000 sampao demham Rp 1,9 juta. Ini adalah berhantunh dari beberaoa daktir lainnya,” ujar Nadiem.

Ia mengatakan bahwa, perbedaan tersebut bisa ditentukan berdasarkan indeks kemahalan yang ada di daerah tersebut, seperti misalnya membangun fasilitas, biaya distribusi, atau juga biaya logistik yang merupakan dana termahal.

“Sebelumnya, kira tidak memperhitungkan segala faktor untuk membangun sesuatu, di daerah tertentu bisa 1,5 kali lebih mahal daripada di daerah lainnya”, ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa, sebelumnya kita tidak memperhatikan faktor-faktor yang ada ini, maka dari itu sekolah-sekolah di daerah yang terpencil itu yang paling dirugikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *