Petugas Loket Sengaja Memberikan Tiket Tidak Sesuai Dengan Yang Diminta

krl commuter

Nama Pengirim :  Apriantini Fiqih
Asal Kota            :  Tangerang
Email                    :  apriantini@gmail.com

Keluhan / Komplain :
Saya mengalami hal yang konyol dengan petugas tiket commuter line di stasiun kedatangan Jurangmangu. Awalnya saya dan suami pulang dari kerja dan naik kereta dari stasiun Sudirman ke Jurangmangu. Suami saya mengantri di salah satu loket dan ketika dilayani si petugas tiket meminta untuk mengantri kembali di loket sebelahnya yang melayani penjualan tiket ke arah Serpong. Suami saya pun pindah mengantri ke loket yang di sebelahnya. Ketika sampai di depan loket, suami saya meminta dengan jelas untuk tiket jurusan Serpong dan memberikan uang 10.000, petugas memberikan tiket dan kembaliannya sebanyak 1000. Saya yang berada di antrian yang sama di belakang suami saya, meminta tiket yang sama dan mendapat kembalian 2000. Awalnya saya dan suami saya merasa aneh, tetapi dikarenakan kereta yang jurusan Serpong sudah akan berangkat dan petugas pemeriksa tiket memperingatkan untuk segera naik (tanpa di cek tiket itu). Karena terburu-buru, kami tidak sempat memeriksa tiket lebih detail. Di dalam perjalanan di kereta pun petugas yang memeriksa tiket melubangi tiket tanpa ada masalah (mungkin tidak di cek juga kali yah).

Read More

Penderitaan Atas Berlakunya Sistem Loop Line KRL

Minggu, 1 Januari 2012 | 15:21 WIB

Tepat sudah satu bulan, saya, pelanggan commuter line Bekasi-Tanah Abang PP, merasakan penderitaan dengan diimplementasikannya sistem loop line oleh PT.KCJ. Saya menahan diri untuk tidak berkomentar apapun sejak surat saya yang pertama karena saya menunggu satu bulan implementasi. Saya belum mendapatkan jawaban atas segala keluhan saya sebelumnya yang telah saya kirimkan melalui e-mail ke PT. KCJ, website PT. KCJ, dan juga surat pembaca. Hanya dengan berdoa setiap hari saat menggunakan KRL, saya berharap PT. KCJ melakukan evaluasi atas amburadulnya sistem ini. Jadwal yang menjadi tidak pasti, KRL selalu tertahan memasuki Jatinegara dan Manggarai (lebih dari 15 menit), semakin padatnya KRL, adalah sebagian penderitaan yang harus kami pelanggan hadapi setiap hari.

Saat ini, saya kembali ingin melakukan sharing tentang moda transportasi yang terpaksa saya cintai ini. Setiap pagi saat turun di Manggarai, saya selalu menunggu kereta tambahan Manggarai-Tanah Abang selama kurang lebih 30 menit. Kereta yang bisanya selalu standby saat kereta Bekasi tiba di Manggarai, sekarang sangat jarang (dan kami para pelanggan Bekasi tidak ingin berdesakan di kereta Bogor/Depok menuju Tanah Abang yang sudah sangat penuh ketika tiba di Manggarai). Bahkan akhir-akhir ini, kereta tambahan yang sebelumnya menggunakan rangkaian commuter line 8 gerbong, kemudian diganti menjadi rangkaian kereta Ciliwung (Djoko Lelono) yang rangkaiannya lebih pendek. Lagi-lagi kami dipaksa kembali berdesakan, dua rangkaian commuter line bekasi harus menumpuk di satu kereta Ciliwung di Manggarai menuju Tanah Abang, ditambah pelanggan Depok/Bogor yang juga menyambung KRL di Manggarai.

Read More

Petugas Loket KRL Stasiun Sudirman Mengecewakan

Minggu, 11/09/2011 22:39 WIB

Bogor – Pada hari Rabu 7 September saya membeli karcis KRL Jabodetabek yang berada paling ujung di lantai bawah stasiun Sudirman. Sore itu sekitar jam 16.00 saya antri di loket untuk membeli karcis KRL Ekonomi jurusan Bogor pemberangkatan jam 16.49.

Tidak seperti biasanya, ketika itu saya tidak membawa uang kecil, dan menyerahkan uang Rp 50.000. Petugas menanyakan jenis tiket apa yang ingin saya beli, saya menjawab tiket ekonomi. Pelayanan petugas jadi terkesan kurang ramah dan sepertinya enggan melayani saya yang membeli tiket KRL ekonomi dengan pecahan uang besar.

Saya memahami bahwa sebaiknya pembelian karcis dilakukan dengan uang pas atau bernominal kecil. Namun, saat itu memang saya benar-benar tidak memiliki uang dengan nominal yang lebih kecil daripada Rp. 50.000 dan sebagai pengguna setia KRL selama bertahun-tahun yang sering naik KRL dari stasiun-stasiun besar dan ramai, belum pernah sekalipun petugas karcis menolak untuk menerima uang dengan nominal besar baik itu Rp. 50.000 ataupun Rp. 100.000.
Read More

Pelayan KRL Commuter Buruk

Senin, 1 Agustus 2011 | 09:50 WIB

Sebagai pengguna KRL Commuter Bogor-Jakarta untuk kebutuhan berangkat-pulang kerja. Saya kecewa dengan kondisi yang ada pasca penghapusan KRL Pakuan, dimana setiap pagi di Stasiun Bogor antara jadwal KRL ke Jakarta pkl 05:30 sampai pkl 06:45 penumpang dipaksa berebut masuk keKRL karena tidak pernah ada KRL jadwal berikutnya yang sudah stand by di jalur.

Penumpang selalu dihadapkan KRL baru keluar dari Depo atau menunggu KRL datang dari Jakarta, sehingga selalu terjadi berdesakan berebut masuk. Apakah KRL Commuter menunggu sampai ada penumpang yang menjadi korban? Misalnya, terjepit atau terlindas kereta saat langsir?

Read More