Kecewa Dgn SPBU Purwadadi Subang (34.41227)

pertaminaSeiring dgn trnnya harga bbm hari ini tgl 16 januari 2015 sesuai dgn yg di tetapkan pemerintah tp di SPBU tempat sy tnggl hrgnya malah msh 7600,ketika sy tanyakan pihak SPBU malah menjawab kenaikan berlaku per tgl 19 januari 2015,mhn kepada bapak/ibu utk bs segera menindak lanjutinya trima kasih.

Nama Pengirim : gunawan
Asal Kota : purwadadi,subang
Email : alikasasikirana@outlook.com

Alamat dan no. telp. ada pada redaksi komplain.info

Tanggapan Dari PERTAMINA

pertaminaAtas artikel komplain berjudul : “KECEWA DENGAN PELAYANAN STAFF SPBU CIKUPA (SPBU 34-15707)”

Mon, December 29, 2014 10:37 am
Yth. Bapak / Ibu ,

Terima kasih atas Email Bapak / Ibu kepada pcc@pertamina.com. Saya Kiki dari Contact
Pertamina akan membantu menjawab Email dari Bapak / Ibu mengenai Hasil tindak lanjut
laporan yang diberikan dari Bapak Supriyadi Leo.

Sebelumnya kami ucapkan, mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Bapak / Ibu alami saat
ini. Dapat kami sampaikan bahwa untuk hasil tindak lanjut laporan yang diberikan
dari Bapak Supriyadi Leo telah kami sampaikan melalui Email beliau.

Demikian yang dapat kami sampaikan, jika masih ada yang ingin ditanyakan, silahkan
Bapak / Ibu bisa menyampaikannya melalui Email kami.

Terima kasih Bapak / Ibu telah menjadi Sobat Pertamina. Selamat Pagi.

Salam,

Kiki
CONTACT PERTAMINA
TLP : (021) 500 000 (All cities in Indonesia)
SMS : 08159500000
Fax : (021) 29495333
Email : pcc@pertamina.com

——————————————————-

Yth. Bapak Supriyadi Leo,

Terima kasih atas email Bapak Supriyadi Leo kepada Contact Pertamina. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Bapak alami.

Dapat kami sampaikan untuk perihal keluhan Bapak masih dalam proses tindak lanjut, mohon untuk kesediaannya menunggu sampai 7 hari kerja, bila sudah ada tindak lanjutnya akan kami sampaikan.

Demikian yang dapat kami sampaikan, jika masih ada yang ingin ditanyakan, silahkan Bapak Supriyadi Leo bisa menyampaikannya melalui Email kami.

Terima kasih Bapak Supriyadi Leo telah menjadi Sobat Pertamina. Selamat sore.

Salam,

Tia

CONTACT PERTAMINA
TLP : (021) 500 000 (All cities in Indonesia)
SMS : 08159500000
Fax : (021) 29495333

Email : pcc@pertamina.com

 

KECEWA DENGAN PELAYANAN STAFF SPBU CIKUPA (SPBU 34-15707)

pertaminaAwalnya saya tidak ingin memperpanjang masalah ini, namun karena ini dirasa penting untuk pembenahan dari pihak pertamina dan supaya tidak terjadi ke konsumen lain, maka saya coba membagi pengalaman yang saya alami pagi tadi.
Hari ini, Selasa 16 Desember 2014 sekitar jam 07.50 WIB saya mengisi BBM “pertamax” di SPBU 34-15707 yang berlokasi di JL. Raya Serang KM 13,5 Cikupa Serang dengan Staff SPBU bernama “YENSI”. Ada Beberapa catatan yang membuat saya kecewa dengan pelayanan Staff SPBU tersebut;

1. BERBOHONG (PERTAMAX HABIS)
Saat motor saya terparkir persis disamping mesin SPBU sebelah kiri, Yensi infokan:”PERTAMAX HABIS”, Namun selang tidak berapa lama dia menawarkan memang mau isi berapa? saya bilang Rp.50.000. Saya jadi bingung katanya HABIS, tapi kok nawarin untuk diisi, dia infokan sebenarnya PERTAMAXnya masih ada pak, cuma saya ingin ISTIRAHAT dulu, capek dari jam 5 pagi jaga. Buat saya pribadi tidak ada masalah klo memang mau istirahat silahkan saja, Saya kan masih bisa isi BBM di SPBU lain – kenapa harus BERBOHONG?

2.PELAYANAN STAFF TIDAK SESUAI STANDAR (SOP)
2.1 Seperti yang kita ketahui, saat konsumen mau melakukan pengisian BBM (jenis apapun) di pertamina, staff SPBU harus memberitahukan terlebih dahulu bahwa pengisian dimulai dari angka “0”, di SPBU ini TIDAK!!!
2.2 Seharusnya staff SPBU memastikan bahwa posisi kendaraan itu harus berada tepat disamping mesin SPBU yang akan dioperasikan, dengan maksud konsumen bisa mengontrol jika terjadi kesalahan dalam pengisian BBM – di SBU ini tidak!!! Saya berada di sebelah kiri tanpa meminta pindah tempat, staff SPBU langsung mengambil selang dari
mesin bagian sebelah kanan, jadi saya tidak bisa memantau persisi jalan kerjanya mesin SPBU.
2.3 Sepengetahuan saya; baik staff lama maupun staff yang masih dalam tahap training di SPBU PERTAMINA, semuanya harus menggunakan tanda pengenal (ID CARD), sebagai identitas bahwa dia bekerja di perusahan tersebut – di SPBU ini TIDAK!!!

3.KECEROBOHAN STAFF SPBU DALAM MENGOPERASIKAN MESIN SPBU
Saat pengisian BBM (pertamax), Yensi bertanya kepada saya, mau isi berapa pak? Saya bilang Rp. 50.000 aja. Yensi langsung mengoperasikan mesin dan mengambil selang untuk pengisian BBM. Karena saya tidak bisa memantau jalannya mesin SPBU, saya bingung; kok isi BBM cuma 50.000 kali ini lama sekali mesin berhentinya, setelah mesin dihentikan karena tengki motor PULSAR saya sudah penuh, dia bilang semuanya jadi Rp. 147.000, dia genapkan sendiri menjadi 158.000. Spontan saya terkejut, Mba, saya kan tadi minta isi BBM cuma 50.000 kok bisa sebesar itu, dia bilang mesinnya jebol(lewat dari takarannya), saya tanya; emang berapa liter semuanya? Dia jawab 10 Liter lebih. Saya masih Bingung dengan perhitungan SPBU ini, Yensi bilang pertamax tadi yang masuk ke tengki 10L lebih, klo kita genapkan jadi 11L X 9950 = 109450, kok bisa jadi 158.000 – memang PERTAMAX disini per Liternya berapa??? ini SPBU aneh, mesin rusak kok dipakai?

Karena antrian dibelakang saya masih banyak, sementara Yensi tadi bilang ingin istirahat, saya bayar saja dengan nominal yang dia minta, sayangnya dia tidak langsung meminta MAAF atas kecerobohanya – dengan rasa kecewa dan bingung saya tinggalkan SPBU dan langsung kekantor saya terlebih dahulu (yg berada di samping SPBU), dengan rencana saya akan kembali ke SPBU meminta penjelasan dari penanggung jawab SPBU tersebut.
Sekembalinya saya ke SPBU langsung ke Back Office SPBU 34-15707, menemui atasan Yensi, ada 3 orang disana dan sekaligus menghadirkan Yensi. Saya kemukakan semua keluhan saya disana (seperti yang tertera diatas). Disangka mengada-ngada, awalnya kasir tidak percaya klo motor saya bisa menampung PERTAMAX senilai Rp. 158.000,
setelah mendengar langsung dari Yensi dan saya jelaskan juga bahwa motor Pulsar saya bisa menampung 18L Bu, baru dia percaya. Saya mempertanyakan juga, apakah mesin SPBU yang rusak atau kecerobohan Yensi, mereka menjawab mesin tidak rusak, itu murni kesalahan Yensi. Kemungkinan Yensi menekan angka di mesin SPBU itu bukan 50000 melainkan 500000(kelebihan NOL). Mendengar penjelasan dari atasannya, saya mengerti walaupun masih kecewa dengan pelayanan dan bingung dengan perhitungan yang dikeluarkan oleh mesin tersebut.

Saya berharap kejadian ini bisa dijadikan bahan EVALUASI oleh pihak PERTAMINA SPBU 34-15707 Cikupa, baik itu berkaitan dengan MESIN apalagi dengan pelayanan Staff SPBUnya. Untuk konsumen yang sering isi BBM di tempat tersebut, diharapkan kewaspadaannya supaya tidak terjadi hal yang sama seperti yang saya alami. Terima
kasih.

Hormat saya
Supriyadi

Nama Pengirim : SUPRIYADI
Asal Kota : TANGERANG
Email : supriyadi.leo@gmail.com

Kecewa dengan pelayanan SPBU jl LINGKAR TIMUR BUDURAN SDOA3RO

pertaminaNama Pengirim :  imroarul
Asal Kota            :  sidoarjo
Email                    :  shizuka_ikh@yahoo.com

Keluhan / Komplain :
Yth. Pimpinan spbu jl lingkar timur buduran sidoarjo

Saya sangat kecewa dengan pelayanan karyawan spbu. Yg Bapak/ ibu pimpin. Karyawan tsb ( perempuan pake kerudung) dengan arogannya membetak konsumen hanya untuk memberi isarat geser motor. Kami ini beli bbm bayar pake uang n tidak ngutang. Kejadian ini saya alami sendiri sabtu 19 juli 2013 n saya jg sering melihat konsumen lain diperlakuakan seperti itu. Mulai saat ini saya janji pada diri saya sendiri tidak akan k SPBU jl lingkara timur buduran sidoarjo.

TOTAL Membangun SPBU Tanpa Izin Warga?

Kamis, 20/10/2011 10:48 WIB

Jakarta – Melalui surat pembaca ini kami selaku warga RT 13/05, Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat mempertanyakan proses perizinan–perizinan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) TOTAL yang berlokasi di Jalan Panjang, RT 13/05, Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk yang mulai hari ini Sabtu 15 Oktober 2011 sudah mulai beroperasi.

Bagaimana bisa terjadi, bangunan SPBU Total sudah selesai dan mulai beroperasi namun persetujuan warga yang tinggal di sekitar SPBU tersebut tidak didapatkan, karena kami selaku warga yang berbatasan langsung dengan SPBU Total tersebut tidak pernah memberikan persetujuan sebagai persyaratan dikeluarkannya izin gangguan.
Read More