Kecewa Dengan Sistem Indosat

Komplain – Saya memang pelanggan baru INDOSAT, baru 2 bulan saya mengunakan provider ini, tapi saya sudah sangat di KECEWAKAN dengan palayanan dan sistem indonsat dikarenakan pada tgl 3/12/16  sekitar jm 11 malam saya melalukan proses pembelian paket combo dri m3ooredoo dgn nominal 99rb sebelum melakukan pembelian paket tersebut saya mendapatkan sms yg intinya menyatakan “apakah anda yakin tuk melakukan pembelian paket ini dan sisa paket sebelumnya akan di akumulasikan( saya sebelumnya memeliki paket 4G sisa sebesar 9GB) ” setalah membaca sms tersebut tentunya saya balas OK dengan keyakinan paket saya akan terakumulasikan , TAPI ternyata paket 4G saya yg tersisa hilang begitu saja, saya bingung kemana perginya 9GB saya yg sebelumnya demi kejelasan, saya tlp lah call center indosat (185) sekitar jm 23:30  dan di sana saya di bantu oleh bpk alfa yg menyatakan ” kami akan bantu proses keluhan bapak 1×24 jam dgn ID lap 1-11171914700″  sebelum mengakhiri tlp saya menanyakan ke bpk alfa ” pk alfa kalau seperti ini kendalanya dmna ?” Dan pk alfa menjawab ” biasanya seperti ini SISTEM KAMI SEDANG ADA KENDALA”, setelah itu saya matikan tlp saya dan berharap masalah saya dapat terselesaikan. Pagi sekitar jm 10:10 ada dri call center indosat tlp ke saya (dgn harapan masalah saya sudah selesai) tapi ternyata mba2 call center tersebut malah menyatakan yg intinya ” maaf pak rio untuk paketan combo yg bpk beli untuk paketan  4G  memang tidak diakumulasikan ” dgn pernyataan dia seperti itu sya langsung berbicara agak emosi dengan menyatakan ” kalau memang begitu kanapa ada  sms yg menyatakan PAKETATAN SEBELUMNYA AKAN DI AKUMULASIKAN ” stelah nada saya agak emosi tiba2 call center tersebut mematikan tlpnya, wah tdk benar  dan ada yg salah mengenai layanan seperti ini ujar saya , akhirnya untuk mendapatkan kepastian saya tlp kembali  ke call center di 185 sekitar jm 10:30 yg menangani saya namannya mba naya  dan saya ceritakan ulang lagi lah kronologis keluhan saya termasuk yg menelephon saya di jm 10:10 yg tidak ada etikanya mematikan tlp sepihak,dan mba maya menyatakan bahwa keluhan saya masih dalam proses, nah saya bingung itu tadi siapa yg tlp saya, saya tanyakan juga lah ke mba naya dan mba naya meminta maaf atas kejadian tersebeut, saya bilang ke mba naya ” ini perusahaan besar loh mba maya mana ada layanan seperti ini ujar saya. Akhirnya saya tutup tlp saya dengan memberikan maklumat “saya mau masalah saya ini di selesaikan 1×24 jam ” dan mba naya menyatakan ok pk rio saya akan menambahkan note di ID laporan bpk rio agar masalah ini di percepat, dan saya menunggu kembali dan masih berharap keluhan saya dapat terselesaikan. Dan akhirnya ucapan, tenaga, waktu, uang yg saya keluarkan HANYALAH SIA SIA DAN HASILNYA NOL BESAR , TIDAK ADA HASILNYA

Tidak Profesionalnya Asus Indonesia

Komplain : Faisal Alzagladi

Satu bulan lalu sekitar bulan Agustus 2016, saya mengeluhkan ASUS Zenfone 2 2GB/16GB saya mengalami masalah yakni sim card 1 tidak terbaca dan speaker musik yang pecah. Saya lalu membawa hp saya ke Senayan Trade Center (STC) untuk membetulkan hp saya. Kebetulan sisa garansi saya pada waktu itu tersisa satu minggu lagi. Setelah itu saya diminta untuk meninggalkan hp saya untuk di servis.

Sekitar satu minggu kemudian, saya mengecek via website asus dan hp saya telah selesai di servis. Esok harinya saya bergegas ke STC untuk mengambil hp saya. Disini saya merasakan sedikit ganjalan, dikarenakan speaker musik saya tetap pecah atau sembar suaranya. Kemudian saya komplain lagi ke customer service (CS) mengenai problem saya, dan beberapa saat kemudian CS tersebut masuk ke dalam satu ruangan sambil membawa hp saya. 5 menit kemudian CS kembali menghadap saya sambil membawa HP saya, beliau bilang baut speaker hanya sedikit kendor dan hanya perlu dikecangkan.

Tiga minggu kemudian saya mendapati HP saya mengalami masalah yang serupa,  yakni sim card 1 tidak terbaca dan speaker musik yang pecah. Saya kemudian mengambil inisiatif untuk menghubungi pihak Asus lewat chat online yang disediakan di dalam website Asus. Pada waktu itu saya terhubung dengan saudara Cici, dan beliau bilang jika permasalahan yang sama (dengan waktu maksimal 3 bulan) maka HP saya dapat diperbaiki lagi di tempat servis terkait secara GRATIS tanpa biaya sedikitpun meskipun masa garansi telah habis. Esok harinya saya membawa HP saya ke STC, dan dilayani oleh saudari Ersha selaku CS. Beliau sempat meragukan penjelasan saya ketika saya ingin mengklaim hal tersebut, dan untungnya saya sempat membuat screen shot percakapan saya saat chat online tersebut. Kemudian CS tersebut bilang akan mengabari saya dalam waktu dekat dan HP saya kembali menginap di STC.
Satu minggu kemudian saya di hubungi oleh Asus, dan alangkah terkejut saya tiba-tiba ditawarkan pergantian part biaya HP saya. Tentu saja hal ini membuat saya kecewa dan mengatakan bagaimana kronologi saya ketika di STC senayan. Setelah itu saya disuruh untuk mengemail pihak Asus untuk kejelasan lebih lanjut. Karena tidak ada respon dan konfirmasi dari pihak Asus, saya kembali menghubungi pihak Asus lewat chat online dan mengatakan kelanjutan HP saya dan saya dilayani oleh saudara Abdul. Saya kembali dikejutkan dengan langsung diberikan penjelasan pergantian part biaya HP saya yang mencapai sekitar Rp 1.600.000. Saya sangat kesal dengan respon pihak Asus yang mengatakan hal demikian, dan kembali menjelaskan bagaimana kronologi saya ketika di STC senayan. Kemudian saudara Abdul meminta saya untuk menunggu sebentar untuk menanyakan hal ini ke pihak terkait lewat online chat ini.

Beberapa saat kemudian saya kembali dibuat kecewa dengan jawaban yang diberikan oleh saudara Abdul dengan mengatakan, meskipun terjadi kerusakan di bagian yang sama tetapi part unit di dalam HP saya yang mengalami kerusakan berbeda dengan part yang rusak selama masa garansi. Saya cukup emosi mendapat jawaban tersebut. Bagaimana tidak, selama saya servis di STC senayan dalam masa garansi, tidak dijelaskan oleh CS terkait bagian part HP saya yang rusak. Yang saya tahu sebagai konsumen, bahwa HP saya mengalami probem yang serupa yakni simcard tidak terbaca dan speaker musik yang pecah.

Saat ini saya sangat tidak merekomendasikan segala produk Asus kepada suluruh masyarakat, jika tidak ingin dikecewakan oleh Servis Center Asus. Karena saya juga banyak mendapat masukan review buruk di berbagai media online tenang tidak profesionalnya pihak Asus. Semoga hal ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.

KOMPLAIN KARTU PERDANA 3

Hari ini, Jumat, 12 Febuari 2016. Saya merasa dikecewakan oleh pihak 3 (kartu perdana) yang mengadakan perubahan kartu mendadak (tanpa ada nya info terlebih dahulu melalui SMS misalnya) saya adalah custamer setia karu 3 dari tahun 2011. Dan saat itu saya membeli kartu perdana MU yg katanya masa aktif selamanya. Dan saya percaya itu. Karna sebelumnya saya sering kehilangan hp dan kartu saya tidak aktif dalam jangka waktu lama tp kartu tersebut selalu bisa saya aktifkan kembali. Yg membuat saya kecewa ialah kemarin pada saat saya ingin mengaktifkan kartu saya jaringan di kartu saya darurat.

Lalu pagi ini saya pergi ke custamer care 3 di pajajaran (sebelah hotel pangrango) ternyata nomor kartu saya sudah di buat kartu baru dan sudah di sebar dengan alasan sudah 1 bulan tidak aktif. Jujur saya  kecewa!! Kenapa tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu. Tabungan saya di bank di daftarkan no kartu tersebut begitu juga semua akun email saya. Kartu tersebut berharga untuk banyak privasi saya. Coba bayangkan jika saya lupa passwort email saya, bagaimana saya bisa mendapatkan akun tersebut kembali? sedangkan no yg terdaftar tersebut sudah di perjual belikan.

Saya benar” kecewa!! Untuk pihak 3 jika no yg sudah di daftarkan menggunakan KTP asli kenapa dengan alasan tidak aktif sebulan kartu tersebut malah jd di perjual belikan? Mengertikah anda bahwa no yg sudah di beli itu bisa jadi kunci dr akun” privasi? Bagaimana jika hanya no kartu kita harus kehilangan banyak data? Apa anda tidak berfikir? Saya benar” kecewa atas pelayanan 3
care!!

Nama Pengirim : Natasya
Asal Kota : Bogor
Email : xoxo.nice@gmail.com
Tanggal Dikirim :

Alamat dan no. telp. ada pada redaksi Komplain.info

jaringan internet / sinyal seluler xl

Selama tahun 2015 jaringan/sinyal xl (internet maupun telp) sering lost signal..buat telp susah sring khilangan signal apalagi buat internetan lebih parah..rumah maupun tempat kerja saya di tengah kota dekat tower xl,tapi g ada bedanya dngan daerah pedalaman..jaringan/signal xl sangat2 menyebalkan,

beda dengan telkomsel/simpati signal lancar jaya..sy pelanggan setia xl dari th 2000 blm prnah ganti tp skg dah ga kpikiran xl lg,yg komplain ttg signal xl ga cuma sy tp seluruh org yg sy kenal menggunakan xl..mohon ada perbaikan kl tetap sprti ini lama2 pelanggan kabur semuwa terutama saya..intinya xl menyebalkan n ga ada bagus2nya,sy sangat menyesal menggunakan xl..terima kasih

Nama Pengirim : erwinsyah fauzan
Asal Kota : kebumen, jawa tengah
Email : zellow_win@yahoo.com
Tanggal Dikirim :

Alamat dan no. telp. ada pada redaksi Komplain.info

Indosat matrix tidak jelas

Ini untuk yang kesekian kalinya saya mengalami permasalahan dan dirugikan pihak Indosat. Saya pemakai matrix dengan promo free smartphone. Hanya beberapa bulan pemakaian, ternyata telah mengalami masalah data dan dirugikan. Saya tetap harus bayar tanpa saya menikmati fasilitasnya sedikitpun.

Berkali-kali saya coba untuk konfirmasi dengan costumer service dan penyelesaiannya sering menggantung, menunggu dan berakhir dengan tidak memuaskan…artinya tetap rugi waktu, tenaga dan biaya yang dibebankan pada kartu kredit saya.

Kompensasi dan pengaduan selalu dijanjikan. Tetapi juga tanpa hasil.
Tujuan penulisan komplain ini juga setengah hati akan memperoleh hasil. Tetapi setidaknya saya menambahkan kuota komplain terhadap Indosat…dan jika Anda berminat dengan promo nya ato berniat menggunakan fadilitas Indosat, pikirkan dua kali lipat…

Coba search tentang komplain Indosat, Matrix, maka seabreg komplain sudah terlontar tanpa hasil karena kinerjanya tidak berubah sama sekali.
Semoga bermanfaat.

yusakNama Pengirim : Yusak
Asal Kota : Semarang
Email : eliajusack@yahoo.com
Tanggal Dikirim : 2015-09-27

Alamat dan no. telp. ada pada redaksi Komplain.info

Pelayanan Kartu Halo Memang VIP (Very Insane Person)

telkomselHalo Telkomsel,

Saya & suami migrasi ke kartu Halo dengan harapan mendapatkan pelayanan VIP. Dan saya ternyata memang dapat pelayanan VIP, Very Insane Person.

Berikut urutan kejadian yang menguji kesabaran saya & suami saya:
1. Minggu, 28 Juni 2015 malam saya telepon CS Halo melalui nomor 0811*****41 untuk menanyakan syarat balik nama kartu Halo di GraPARI. CS tersebut (lupa nama, laki-laki) bilang kalau hanya bawa KTP. Terus saya memastikan, “KTP saja nih, Mas? Perasaan saya sempat dapat info dari CS GraPARI Mall Ambassador kalau bawa KK juga.”
Terus CS itu meralat & bilang untuk membawa KK juga. Di situ saya masih percaya-percaya saja dengan CS tersebut. Saya pikir, “Ah Halo mah pasti CS-nya jempolan, mengerti SOP. Tidak akan menyulitkan konsumen.”

2. Senin, 29 Juni 2015 pagi saya datang ke GraPARI Depok & dilayani dengan CS perempuan berkerudung (lupa nama) untuk balik nama nomor Halo 0811*****41 menjadi milik suami saya & mendaftarkan nomor 0811*****51 sebagai nomor saya. Lalu CS tersebut bilang untuk balik nama saja dulu, baru daftar nomor baru. Oke, balik nama dulu…was wis wus nomor 0811*****41 sudah atas nama suami saya.
Nah, saat saya mau daftarkan nomor 0811*****51 untuk jadi milik saya, CS itu bilang, “Oh, Ibu tidak bisa request nomor. Ibu hanya bisa memilih nomor-nomor yang tersedia di sini & syaratnya adalah KTP, KK, dan Slip Gaji.” Saya bengong sesaat lalu bilang, “Loh kok Mba ga bilang daritadi kalau ga bisa request nomor? Dan masa iya saya mau milih sembarang nomor, sementara nomor yang saya kasih ke suami saya bagus banget.
Di situ logika dia dipertanyakan. Selain itu, CS telepon semalam juga tidak bilang harus bawa slip gaji. Bahkan CS telepon tersebut tidak minta saya bawa KK kalau tidak saya ingatkan.
Mba CS GraPARI Depok ini pun dengan entengnya jawab, “Mohon maaf, Bu. Soalnya Ibu ga tanya sama kita.” Di sini saya mulai emosi. Apa gunanya CS kalo gitu? Terus CS tidak mau mengedukasi konsumen kalau tidak ditanya? Apa perlu saya yang ajarin CS-nya untuk bilang begini di awal kedatangan saya & suami, “Jika Ibu mau balik nama & mendaftarkan nomor baru, perlu diketahui bahwa nomor yang Ibu bisa pilih di sini adalah nomor yang kami sudah sediakan. Dan syaratnya adalah KTP, KK, dan Slip Gaji.”

Ini udah di awal tidak dijelaskan, malah menyalahkan konsumen. Akibatnya, saya tidak punya nomor handphone dan harus daftar lagi di website untuk request nomor yang saya inginkan. Dan klimaksnya, CS itu bilang lagi, “Ibu, jika sudah jelas & tidak ada yang perlu kami bantu lagi, saya mau melayani konsumen selanjutnya ya.” SAYA DIUSIR, SAUDARA-SAUDARA!

Sampai di sini, kekecewaan saya untuk pelayanan Telkomsel ada 2:
a. Perbedaan info dari CS GraPARI Mall Ambassador, telepon, dan GraPARI Depok tentang syarat pembuatan nomor Halo baru. Masa iya SOP-nya beda-beda di tiap wilayah?!
b. CS GraPARI Depok tidak memberikan info yang jelas dan malah menyalahkan saya.

Jangan sedih, penderitaan saya & suami belum selesai di sini…

3. Posisi saya masih di GraPARI Depok, Senin, 30 Juni 2015, duduk di kursi tunggu sambil mendaftarkan nomor 0811*****51 di website Telkomsel. Lalu saya mengonfirmasi untuk membayar uang registrasi Rp40,000,- melalui CIMB Niaga.
Keluarlah saya & suami dari GraPARI menuju ATM CIMB NIAGA di dekatnya, bermodalkan e-mail notifikasi cara membayar uang registrasi. Berkali-kali saya gagal mentransfer Rp40,000,- dengan cara memasukkan Kode Area + Nomor Halo yang saya ingin daftarkan. Tulisan di layar menunjukkan “Transaksi Tidak Dapat Dilakukan, Silakan Coba Kembali.”

Karena saya panik, saya telepon CS Telkomsel (perempuan, lupa nama) dari HP suami saya (yang bernomor 0822******35) di dalam kabin ATM tersebut. CS tersebut bilang untuk memasukkan kode area + Nomor Halo yang saya ingin daftarkan. Masih gagal juga.
Oke cara kedua kata CS itu adalah masukkan Kode Area + Nomor Halo yang saya ingin daftarkan, tapi angka 0 di awal nomor HP diganti 62. Masih gagal juga. Akhirnya CS tersebut menyarankan saya bayar dari bank lain.

Pergilah saya ke BCA Pasar Minggu dan mencoba kembali cara-cara yang telah diajarkan CS tersebut. Masih gagal juga. Saya coba cek lagi e-mail yang dikirimkan oleh Telkomsel tersebut. Rupanya ada dua penamaan yang membuat saya bingung artinya sama atau beda, yakni Kode Bayar & Kode Pembayaran. Saya coba untuk membayar ulang di Klik BCA dengan cara masukkan Kode Area + Kode Pembayaran. Saya coba di Klik BCA karena lewat ATM daritadi gagal terus, ternyata lewat Klik BCA masih gagal juga.

Akhirnya saya cari ATM CIMB Niaga lagi, dan mencoba bayar dengan memasukkan Kode Area + Kode Pembayaran. Voila! Kali ini saya berhasil. Sepertinya kalau saya konfirmasinya ingin bayar melalui 1 bank, tidak bisa pindah ke bank lain. Terima kasih banyak CS Telkomsel, karena sudah mengajarkan saya mandiri menyelesaikan masalah bertubi-tubi tentang produk kalian saat kalian tidak bisa diandalkan. Saya lampirkan juga screenshot e-mail dari Telkomsel tentang cara pembayaran registrasi nomor Halo yang kurang jelas dengan keterangan:

a. Di bagian atas ditulis Kode Pembayaran, di bawah ditulis Kode Bayar. Harusnya konsisten saja menggunakan satu nama, agar konsumen-konsumen yang telmi (telat mikir) seperti saya tidak bingung. Karena saat saya panik, saya pikir Kode Bayar itu adalah Nomor Halo yang saya daftarkan.
b. Poin nomor 4. Bila diminta memasukkan Kode Area masukkan angka 195 (BCA) atau 0195 (Non Bank BCA) kurang jelas. Karena harusnya ditulis kalau masukkan kode Area itu sebelum memasukkan Kode Pembayaran.

Sampai di sini, kekecewaan saya untuk pelayanan Telkomsel bertambah 2 lagi:
a. Kurang jelasnya e-mail cara pembayaran registrasi nomor Halo
b. CS Telkomsel yang juga sama telminya dengan saya, yakni:
– Tidak mengoreksi kalau saya salah karena memasukkan Nomor Halo bukan Kode Pembayaran. Dan malah menyuruh saya mengulangi kesalahan itu berulang kali.
– Meminta saya untuk mendaftar lewat bank lain, padahal ternyata tidak bisa. (CMIIW) Saya semakin ragu dengan kualitas perekrutan SDM di Telkomsel kalau begini ceritanya.

Belum, keluhan saya belum selesai. Mudah-mudahan ini yang terakhir ya.

4. Rabu, 1 Juli 2015 kartu Halo saya yang bernomor 0811*****51 akhirnya sampai ke tangan saya, dengan catatan nomor langsung aktif & bisa dipakai. Kenyataannya, nomor saya baru dapat sinyal 2 hari kemudian. Bayangkan paniknya saya yang 3 hari tidak bisa telepon dari smartphone sendiri, sementara semua klien & rekan kerja saya aktif berkomunikasi lewat smartphone.

Sampai di sini, kekecewaan saya untuk pelayanan Telkomsel bertambah 1 lagi:
a. Lambatnya pengaktifan nomor Halo, padahal sudah diberitahu sebelumnya kalau saya minta langsung aktif karena nomor tersebut akan menjadi nomor bisnis saya.

Ternyata yang di atas bukan yang terakhir, tapi masih ada lagi.

5. Rabu, 1 Juli 2015 suami saya sudah report melalui CS telepon kalau nomornya masih belum berubah menjadi milik beliau, padahal sudah balik nama pada Senin, 29 Juni 2015. Laporan katanya akan diteruskan ke GraPARI Depok.

6. Jumat, 10 Juli 2015 saya mendapatkan tagihan di e-mail saya & atas nama saya untuk nomor Halo 0811*****41. Mohon diingat bahwa nomor tersebut sudah balik nama menjadi nomor suami saya pada Senin, 29 Juni 2015. Akhirnya saya & suami saya komplain lagi ke CS Halo, tapi tanggapannya pun tidak memuaskan. Saya dan suami saya diminta langsung untuk ke GraPARI Depok karena dari GraPARI Depok yang belum
merespon keluhan kami.

Sampai di sini, kekecewaan saya untuk pelayanan Telkomsel bertambah 2 lagi dan lagi:
a. Lambatnya proses balik nama yang bahkan sudah diinput melalui komputer, dan ini sangat merugikan saya & suami.
b. CS Telkomsel yang tidak berusaha menekan GraPARI Depok untuk menuntaskan masalahnya, malah melepas masalah ke konsumen. Coba bayangkan kalau saya & suami saya sedang di luar daerah? Atau misalnya nomor itu saya berikan ke orang lain yang jarang bertemu dengan saya? Dia yang pakai, saya yang bayar. Kan lucu. Lagipula ini bukan salah saya & suami, jadi untuk apa kami yang repot.

Saya & suami sangat berharap Telkomsel menyelesaikan masalah nomor 5 & 6 segera. Untuk masalah nomor 1-4, semoga Telkomsel akan bersungguh-sungguh untuk memperbaiki agar tidak ada the next VIP seperti saya & suami saya.

Terima kasih.

Salam hormat,

Okky Luvianti Putri

Camera 360
Camera 360

Nama Pengirim : Okky Luvianti Putri
Asal Kota : Depok
Email : kikyhuzein@gmail.com
Tanggal Dikirim : 2015-07-10

Alamat dan no. telp. ada pada redaksi Komplain.info

Indosat, Mau sampai kapan pulsaku hilang dengan cara seperti ini?

images indosatKejadian yang saya alami ini bukan untuk kali pertama tapi sudah untuk kesekian kalinya. Namun karena tidak sadar dengan pulsa yang habis dengan cara tidak semestinya, jadi saya tidak melapor. Baru beberapa Minggu ini saya perhatikan setiap kali isi pulsa Rp. 50.000 atau Rp. 25.000 sekalipun tidak ada penggunaan pulsa saya pasti akan habis, perlahan tapi pasti!

Pada tgl 07 Mei 2015 saya menghubungi call center Indosat di no: 100, saya laporkan kejadian yang saya alami sekaligus saya ingin tahu kenapa pulsa selalu hilang seketika? Setelah dilakukan pengechekan staff call center infokan; pulsa saya habis terpotong karena penggunaan internet. Jujur, saya bingung kok bisa? Karena HP saya itu Blackberry pearl 9105. Tapi ya sudahlah, saya minta arahan supaya tidak terjadi masalah yang sama. Staff infokan; silahkan bpk Non-aktifkan layanan GPRSnya dengan cara ketik: INDOSATGPRS  OFF dikirim ke 889.  Selang beberapa saat saya mendapatkan balasan bahwa GPRS saya non aktif.

Saya beranggapan setelah mengikuti saran dari staff call center, permasalah pulsa saya yang terpotong tidak jelas sudah selesai, makanya saya tidak melakukan pengechekan lagi setelah isi ulang pulsa. Ternyata permasalahannya tidak berakhir sampai disitu?

Sudah lebih dari sekali saya melakukan pengechekan pulsa lagi dan terakhir hari ini tgl 27 Mei 2015 sekitar pukul 09.30 WIB saya melakukan pengisian ulang dari klick BCA sebesar Rp. 25.000, pulsa sebelumnya Rp. 1078 jadi total pulsa: Rp. 26078 selang sekitar 10 menit saya cek pulsa menjadi Rp. 25828 berkurang sebesar Rp. 250. INDOSAT, mau sampai kapan PULSA saya HILANG dengan cara seperti ini?????????

Permasalahan ini coba saya laporkan kembali ke call center indosat, tersambung dengan Ibu BUNGA dan dibuatkan laporan dengan no: I-9211389560. Beliau infokan max 1×24 jam akan ada team terkait yang menghubungi saya perihal permasalahan tersebut.

Saya menghimbau kepada indosat, terutama team terkait; segeralah megambil tindakan untuk mengatasi permsalahan yang merugikan konsumen ini, karena sama saja itu MENCURI?. Saya yakin sekali, banyak permasalahan semacam ini terjadi kepada konsumen anda, namun karena konsumen malas untuk melaporkan jadi diabaikan begitu saja.

Saya termasuk konsumen lama di indosat dengan no ini, karenanya saya menyayangkan kalo hanya karena kejadian ini saya ganti nomor atau pindah ke operator lain. Saya tidak menuntut konvensasi apapun untuk kejadian ini, saya hanya minta kejadian ini tidak akan pernah terulang lagi setelah hari ini…TITIK! Bagi para pembaca yang mengalami permasalahan yang sama, jangan takut untuk melaporkan ke call center indosat karena itu hak anda.

Terakhir,  saya berharap kepada INDOSAT untuk terus meningkatkan pelayanannya terhadap konsumen supaya tetap terjaga kepuasaannya –  salah satunya dengan menyelesaikan permasalahan yang semacam ini.

Terima kasih.

Best Regards
Supriyadi

Komplain tentang jaringan telkomsel

komplain tentang jaringan telkomsel, yang awalnya 3G , dan tiba-tiba hingga saat sekarang ini menjadi 2G

komplain tentang jaringan telkomsel, yang awalnya 3G , dan tiba-tiba hingga saat sekarang ini menjadi 2G, sehgingga membuat selurufh pengguna alat telekomunikasi khususnya internet merasa terganggu, tolong agar segera di proses.

Hal Tentang MKios

sy penjual pulsa mkios,mhn infox,knp penjual pulsa mkios hrs membeli perdana as yg seharga 100rb bila tdk membeli maka mkios akan d blokir,apakah memang seperti itu peraturanx,dan tdk ada konfirmafi sebelumx,sy merasa keberatan akan hal tersebut ,mhn informasix dari telkomsel mengenai hal tersebut ,trlms